RADARANAK.
Sistem deteksi dini dan pemetaan anak putus sekolah berbasis RW. Menjangkau yang tak terhitung dalam data resmi.
LON 106.8456°
● SIGNAL OPTIMAL
Data resmi bilang aman. Lapangan bilang lain.
Data administratif menyatakan tingkat partisipasi pendidikan 100%. Tidak ada laporan kasus aktif dalam sistem kelurahan.
ditemukan.
Konsentrasi terbesar di RW 04 (3 kasus), disusul RW 07 (2), RW 09 (1), dan RW 12 (1). Mayoritas diakibatkan faktor ekonomi & akses sekolah.
Dukuh Sutorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya.
Peta ini hanya menampilkan lokasi kasus yang telah diverifikasi valid dan dicocokkan alamatnya oleh pengurus RT/RW setempat.
AKAR PERMASALAHAN:
“Biaya seragam, buku, dan trauma perundungan di sekolah menengah pertama sebelumnya.”
POTENSI & MIMPI JANGKA PANJANG:
“Cita-cita: Menjadi Game Programmer karena sangat menyukai puzzle digital.”
CATATAN ADVOKASI TIM KKN 34:
Dirujuk ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) untuk Kejar Paket B guna meminimalisir trauma bullying, sekaligus pendampingan psikososial mandiri.
Mereka yang kembali tersenyum.

“Bus Sekolah Kuning”
Kembali sekolah / Jan 2024

“Rumah Impian”
Penerima beasiswa Radar Anak

“Kawan Belajar”
PKBM, sedang berjalan
Alur rujukan advokasi dari pintu ke sekolah.
Empat tahapan terukur yang memastikan setiap laporan warga ditindaklanjuti secara etis, akuntabel, dan tuntas.
Pelaporan Awal Sensus
Inisiasi Laporan LapanganLaporan awal diterima dari warga atau kader RW ketika menemukan anak usia 7-18 tahun yang tidak aktif bersekolah.
RINCIAN TINDAKAN & KELUARAN:
Pertanyaan yang sering diajukan warga.
Jawaban transparan mengenai jaminan kerahasiaan data, alur biaya gratis, dan keberlanjutan sistem di Kelurahan Manggarai.
Di tampilan publik website, seluruh nama anak wajib disamarkan menggunakan inisial (misalnya Siti Wulandari menjadi S.W.) dan alamat hanya ditampilkan di tingkat RW tanpa nomor rumah. Data asli lengkap (Nama Asli, NIK, No. KK, Alamat RT) tersimpan aman dalam server enkripsi yang hanya bisa diakses oleh Operator Resmi Kelurahan & Tim Advokasi KKN 34 berizin.
Suara mereka dari garis depan advokasi.
Kutipan kesan dari pengurus RW, kader posyandu, orang tua murid, dan mitra PKBM tentang dampak nyata sistem RADAR ANAK.
“Sistem RADAR ANAK membuka mata kami bahwa laporan Dapodik tidak selalu mencerminkan kondisi riil di gang-gang sempit. Empat anak yang sebelumnya tak terdata kini kembali memiliki harapan sekolah.”
“Penyamaran nama menjadi inisial di tampilan publik membuat orang tua tidak merasa malu saat didatangi relawan KKN 34. Warga jadi terbuka menceritakan kendala biaya dan trauma anak.”
“Terima kasih tim KKN 34. Anak saya sekarang ceria kembali bisa lanjut Kejar Paket B di PKBM tanpa takut perundungan sekolah lama, dan bantuan seragamnya sangat meringankan.”
“Sinergi pendataan presisi ini membantu PKBM menjangkau anak-anak putus sekolah yang sebelumnya tidak pernah tersentuh alokasi kuota beasiswa pendidikan daerah.”
Bantu mereka kembali ke sekolah.
Setiap rupiah dukungan dialokasikan secara terbuka untuk membiayai paket perlengkapan sekolah (buku, seragam, tas), operasional pendampingan relawan KKN 34, dan biaya kejar paket PKBM bagi anak teridentifikasi.
- ●Paket Seragam & Alat Tulis: Rp 250.000 / anak
- ●Modul Modul Kejar Paket PKBM: Rp 400.000 / semester
- ●Transport Pendampingan Psikososial: Operasional Relawan
Laporan pertanggungjawaban donasi dipublikasikan secara berkala di halaman publik & dapat diaudit oleh warga kelurahan.